Jumat, 04 Januari 2013

Migren

Migren adalah serangan sakit kepala berulang yang biasanya terasa di satu sisi kepala, berdenyut, disertai mual atau muntah. Migren merupakan jenis sakit kepala yang sangat umum. Sebelum pubertas, anak laki-laki dan perempuan berpeluang sama untuk mendapatkan migren. Namun, setelah pubertas perempuan tiga kali lebih sering terkena dibandingkan laki-laki. Migren memengaruhi sekitar 2-10% pria dan 5-25% pada wanita. Serangan pertama migren umumnya terjadi di usia muda, sekitar usia 10-11 tahun. Menurut sebuah studi terhadap 2165 anak Skotlandia berusia 5 sampai 15 tahun, 11% dari anak-anak pernah menderita migren. Serangan menurun setelah usia 45-50 tahun.

Penyebab

Migren adalah sakit kepala neurovaskular, yaitu kondisi di mana stimulasi saraf menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Hal ini menimbulkan rasa sakit dan stimulasi lebih lanjut dari sistem saraf pusat.
Penyebab migrain tidak jelas, tetapi yang jelas ada faktor genetik. Kebanyakan penderita migren memiliki anggota keluarga lain yang juga mengalaminya.Another flippin migrainephoto © 2007 tara hunt | more info (via: Wylio)

Pemicu

Puasa, kurang tidur, makanan tertentu, makanan yang mengandung vetsin/nitrat/aspartam, stres, menstruasi, kafein, rangsangan visual (seperti lampu berkedip) dan perubahan cuaca dapat memicu serangan migren. Beberapa orang secara teratur mendapatkan migren setelah stres, misalnya sehari setelah ujian. Penyebab makanan yang paling mungkin adalah cokelat, keju, dan jus jeruk. Jika sering terbangun di malam hari atau bangun di pagi hari dengan migren, pemicunya mungkin adalah kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Dalam kasus seperti itu, makanan ringan sebelum tidur dapat mencegah serangan.

Jenis

Ada beberapa pola migren yang berbeda.
  • Migren dengan aura (juga dikenal sebagai migren klasik). Sebelum sakit dimulai beberapa orang akan mendapatkan tanda bahwa migren akan datang (sebuah aura). Mereka mungkin tiba-tiba tidak dapat melihat dengan jelas atau melihat titik berkedip, kadang-kadang membentuk setengah lingkaran yang secara perlahan membesar. Aura mungkin juga hadir sebagai kelemahan atau kesemutan pada satu sisi tubuh, atau kesulitan berbicara. Aura biasanya berlangsung kurang dari 40 menit, kemudian menghilang ketika sakit kepala dimulai. Rasa sakit dan efek lainnya seperti mual dan muntah sama dengan migren lainnya, tetapi mungkin berlangsung lebih singkat (biasanya kurang dari 24 jam).
  • Migren tanpa aura. Ini adalah jenis yang paling umum (sekitar 80% kasus). Pada jenis ini serangan terjadi tanpa didahului aura.
  • Migren menstruasi. Sekitar 60% wanita penderita migren memiliki jenis ini, yang terjadi antara 2 hari sebelum haid sampai akhir haid. Studi menunjukkan penarikan estrogen sebagai faktor pemicunya. Setelah puncak singkat di saat ovulasi, kandungan estrogen menurun dengan cepat. Kehamilan umumnya berdampak positif terhadap serangan migren ini.
  • Migren pada anak-anak. Anak-anak kecil sampai remaja awal banyak yang mengalami gejala migren (seperti mual dan muntah) tanpa sakit kepala. Mereka hanya mengeluh ‘sakit perut’. Oleh karena itu, sering disebut ‘migren perut’. Serangan migren ini berlangsung lebih singkat dibandingkan pada orang dewasa, yaitu antara 30 menit dan 48 jam (tanpa pengobatan).

Gejala

Serangan migren dapat melewati hingga empat fase. Tidak semua fase hadir dalam setiap serangan, dan kurang dari 20% penderita mengalami fase kedua (aura).
  1. Fase pertama: prodromal. Fase ini merupakan tahap peringatan dini, di mana beberapa orang mungkin memiliki perasaan tidak jelas tetapi memberi tanda bahwa mereka akan mendapatkan serangan migren. Tidak semua orang mendapatkan perasaan ini atau menyadari maknanya. Kadang-kadang orang lain lebih menyadari tanda-tandanya dibandingkan orang yang akan mengalaminya. Perasaan ini mungkin termasuk perubahan mood seperti lekas marah, murung, nafsu makan meningkat atau hilang, kelelahan, hipersensitivitas cahaya, sentuhan, suara, dan bau.
  2. Fase kedua: aura. Gangguan penglihatan karena perubahan aliran darah di otak. Aura biasanya berlangsung selama sekitar 20-40 menit.  Aura juga dapat mempengaruhi semua indera, bukan hanya mata, seperti indera peraba (mati rasa, seringkali di bagian wajah), penciuman (bau tidak menyenangkan atau menyengat yang tidak nyata), perasa (selera makan berubah), pendengaran (suara berdenging di telinga). Bentuk lain dari aura termasuk konsentrasi yang buruk, bicara tidak jelas dan melantur, kebingungan mental, lupa, kantuk, gangguan koordinasi dan keseimbangan, pusing, halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada), berkeringat, otot kejang.
  3. Fase ketiga: sakit kepala. Sakit kepala sering dimulai pada satu sisi (unilateral), dan dirasakan di dalam atau di belakang mata yang kemudian dapat menyebar sehingga melibatkan seluruh kepala. Kepala terasa berdenyut, yang memburuk dengan bergerak. Banyak orang juga mual dan muntah. Sejumlah kecil orang mengalami diare atau sering buang air kecil. Selama fase ini penderita menjadi hipersensitif terhadap cahaya atau suara dan ingin berbaring di ruangan tenang yang gelap. Sakit kepala bisa berlangsung satu atau dua jam, namun dapat juga sepanjang hari atau sampai 3 hari (atau kadang-kadang lebih lama). Seringkali sakit kepala berhenti setelah tidur.
  4. Fase keempat: mabuk. Fase ini mungkin berlangsung beberapa jam, sehari atau lebih dan dapat dianggap sebagai tahap pemulihan. Penderita sering merasa lemah, lelah, tidak enak badan dan mungkin mengalami sakit kepala ringan.

0 komentar:

Poskan Komentar