Minggu, 31 Oktober 2010

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Pendekatan Kesusastraan

Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah “Indonesia” sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah politik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura

Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal prosa lama dan prosa baru.
-prosa lama ;

Dongeng,

Hikayat

Sejarah

Epos

Cerita pelipur lara

-prosa baru

cerpen

novel

biografi

kisah

otobiografi

Nilai - nilai dalam Prosa Fiksi 

Prosa fiksi artinya prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, ada pun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
  1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
  2. Prosa fiksi memberikan inforrmasi
  3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
  4. Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan
     
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
  1. Figura bahasa (Figurative Language).
  2. Kata – kata yang ambiquitas.
  3. Kata – kata berjiwa.
  4. Kata – kata yang konotatif.
  5. Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal – hal yang dilukiskan.
     
Adapun alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai berikut :

  1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
  2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
  3. Puisi dan keinsyafan social.
     

0 komentar:

Poskan Komentar