Senin, 25 Oktober 2010

Manusia dan Kebudayaan

Manusia

Manusia adalah makhluk yg memegang peranan yg penting dan juga unik. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat hidup sendiri ,maka manusia di sebut Makhluk Sosial. Manusia selalu berinteraksi antara yg satu dengan yg lainnya. Dari interaksi tersebut dapat menimbulkan sesuatu hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yg terus berulang kali di lakukan yg akan menjadi kebiasaan yg akan di turunkan kepada anak cucu mereka sendiri yg biasanya di sebut Kebudayaan.

Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia :

1. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
  • Jasad
  • Hayat
  • Ruh
  • Nafs, dalam pengertian atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur yaitu :
  • Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious).
  • Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut kepribadian “Eksekutif” karenan peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh orang lain.
  • Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira – kira pada usia 5 tahun. Dibandingkan dengan Id & Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar – statandar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan – pandangan orang tua.
Hakekat Manusia

  • Makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
  • Makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia itu ada 2 macam, yaitu perasaan indrawi dan perasaan rohani. Perasaan indrawi adalah angsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :

  1. Perasan Intelektual, perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
  2. Perasaan Estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
  3. Perasaan Etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
  4. Perasaan Diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dengan orang lain.
  5. Perasaan Sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
  6. Perasaan Religius, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan
  • Makhluk Biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
  • Makhluk ciptaan Allah yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Kepribadian Bangsa Timur

Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.



Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang – orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat dan Timur Tengah

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan - Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Unsur2 Kebudayaan

C. Kluckohn didalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada 7 kebudayaan universal, yaitu :

  • Sistem Religi (sistem kepercayaan)
  • Sistem Organisasi Kemasyarakatan
  • Sistem Pengetahuan
  • Sistem Mata Pencaharian Hidup dari Sistem – sistem Ekonomi.
  • Sistem Teknologi & Peralatan
  • Bahasa
  • Kesenian
Wujud Kebudayaan 

Menurut Dimensinya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu :

  1. Kompleks gagasan, konsep & pikiran manusia
  2. Komplek aktivitas
  3. Wujud sebagai benda 

Orientasi Nilai Budaya

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C. Klukohn dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan didunia, secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia yaitu :

  1. Hakekat Hidup Manusia (MH)
  2. Hakekat Karya Manusia (MK)
  3. Hakekat Waktu Manusia (WM)
  4. Hakekat Alam Manusia (MA)
  5. Hakekat Hubungan Manusia (MN) 
Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialekti, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu :

  1. Eksternalisasi, yaitu manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
  3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia, maksudnya bahwa manusia mempelajari masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga menjadi kenyataan yang di bentuk oleh masyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar